• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 45

JURNALREALITAS.COM, KUALALUMPUR – Pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak melanjutkan penggunaan vaksin corona buatan AstraZeneca untuk program vaksinasi nasional.

Menurut Menteri Ilmu Pengetahuan, Inovasi dan Teknologi Malaysia, Khairy Jamaluddin, dan Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, keputusan itu diambil karena salah satunya akibat keresahan diantara masyarakat yang meragukan vaksin itu, akibat temuan kasus pembekuan darah. Padahal, rasio kasus pembekuan darah itu memang tergolong kecil dari jumlah orang yang divaksinasi.

“Terkait persoalan ini, dr. Adham dan saya sudah berdiskusi rutin terkait penggunaan vaksin AstraZeneca. Kami tidak mau vaksin yang efektif dan aman ini mubazir, tetapi di waktu yang sama, mungkin ilmu pengetahuan dan dan fakta tidak bisa mengalahkan kekhawatiran ketakutan masyarakat dan kabar bohong yang sudah terlanjur beredar luas,” kata Khairy dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, pada Rabu (28-04-2021)

“Menindaklanjuti diskusi kami, kami sepakat mengambil tindakan proaktif supaya membolehkan kami tetap melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca, dan di saat yang bersamaan untuk memberi pengertian masyarakat yang takut dan khawatir atas penggunaan vaksin AstraZeneca, yang mana sebenarnya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan,” tambah Khairy.

“Kami akan tetapi membuka vaksinasi itu kepada relawan yang mau untuk mendaftar ke lokasi khusus, setelah melihat seluruh fakta terkait vaksin AstraZeneca itu,” kata Khairy.

Khairy mengatakan, meski pemerintah mengambil keputusan itu, tetapi pusat vaksinasi khusus AstraZeneca tetap dibuka. Namun, vaksin itu tidak akan dipakai di posko vaksinasi nasional.

Hingga saat ini masih terdata ada 268 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang tersisa di Malaysia. Khairy mengatakan sisa vaksin itu akan di berangkatkan ke Selangor dan Kuala Lumpur. Padahal, mereka juga masih akan menerima lagi pengiriman tahap selanjutnya vaksin AstraZeneca.

Khairy juga mengungkapkan perbandingan kasus pembekuan darah yakni rata-rata empat dari satu juta orang yang divaksin dengan vaksin AstraZeneca.

Secara garis besar, tercatat ada 165 ribu kasus pembekuan darah dari setiap satu juta kasus Covid-19, serta 1.763 kasus dari setiap satu juta perokok aktif.

Baru Senin lalu Kemenkes Malaysia menyatakan vaksin AstraZeneca layak digunakan yang dibeli dari fasilitas COVAX.

Malaysia sampai saat ini membeli 12.8 juta dosis vaksin dari sejumlah perusahaan farmasi. (Fattah)

Tinggalkan Balasan