Belum Setahun Aspal Sudah Rusak, Ketua PIDAR Papua Barat Minta Kajati Papua Periksa PT. Fajar Papua

PAPUA BARAT – Ketua Ormas PIDAR (Pilar Pemuda Rakyat) Papua Barat, Jekson Kapisa Menyayangkan pengaspalan jalan yang dikerjakan oleh PT. FAJAR PAPUA yang belum sampai setahun, jalan sudah rusak, sehingga Kami meminta kepada Kejaksaan Tinggi Papua untuk segera turun, dan melakukan pemeriksaan terhadap Proyek Pengaspalan jalan Induk di Pulau Numfor yang dikerjakan oleh PT. Fajar Papua. Karena menurut kami telah merugikan Negara dan Masyarakat Pulau Numfor. Hal itu dikatakan oleh Jekson Kapisa kepada awak media pada Senin (05-01-2026)

“Pengaspalan jalan yang belum 1 Tahun, namun jalan rusak, sehingga menyebabkan banyak kecelakanaan”, kata tokoh masyarakat Hendrik Kapisa yang di Konfirmasi langsung ditempat

“Kami meminta kepada Kejaksaan Tinggi Papua, agar segera memeriksa PT. FAJAR PAPUA, karena ada dugaan keras proyek tersebut tidak dikerjakan sesuai dengan Spek, Nilai kontraknya, tetapi Kerja asal-asalan, sehingga belum sampai setahun jalan sudah rusak,” Ulasnya

“Kami meminta agar Direktur PT. Fajar Papua untuk bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut, karena ini sangat jelas merugikan masyarakat Pulau Numfor, karena proyek tersebut berasal dari PUPR Provinsi Papua yang mengakibatkan kerugian Negara”, tambahnya

“Hal ini diungkapkan setelah mengamati proyek jalan tersebut benar sangat rusak dan tidak layak”, kata Jekson Kapisa Ketua Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat

“Kami berharap masyarakat Pulau Numfor jangan dijadikan sebagai ajang politik, ajang kampanye untuk menyampaikan Visi Misi bagi Kepala Daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi, setelah terpilih misinya sukses masyarakat Pulau Numfor dilupakan begitu saja, Sehingga kami berharap dan meminta kepada Gubernur dan Bupati Biak Numfor, agar lebih fokus pada Pulau Numfor, sehingga ada perimbangan bagi semua masyarakat Biak Numfor”, tuturnya

“Kami juga meminta Kepada Gubernur Papua Barat, agar memberikan perhatian khusus bagi Pulau Numfor, karena selalu di anak tirikan oleh Pemerintah Biak, semenjak Bupati sebelumnya, sehingga banyak sekali permasalahan yang terjadi di Pulau Numfor terlebih dibidang kesehatan Fasilitas, dan Obat yang kurang lengkap, sehingga Pasien selalu dirujuk ke Biak dan Manokwari, menggunakan Kapal Perintis dan juga Jonson berjam-jam dalam perjalanan yang mengakibatkan terlambat dan meninggal dunia”, sesalnya

“Gubernur Papua harus memberikan perhatian kepada masyarakat Pulau Numfor, sehingga ada rasa keadilan yang dapat dirasakan”, harap Jekson Kapisa menutupi. (JK/MG)

BAGIKAN :

Jangan Lewatkan

Ketua PIDAR Papua Barat Pertanyakan Tindak Lanjut Pilkadas Yenbepon

Ada Kuda Troya di Kabinet Merah Putih, Ketum APKLI-P Pasang Badan Untuk Prabowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *