• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 20

JURNALREALITAS.COM, JAKARTA – Tender swastanisasi pengangkutan sampah di Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang diduga sarat kongkalikong, menurut TRIHADI. SH selaku konsultan hukum dan juga pengamat masalah sosial dan lingkungan hal tersebut sudah tak aneh lagi.

Ia berpendapat bahwa praktek kotor yang diduga kuat terjadi di kantor Dinas Kebersihan tersebut adalah bukanlah hal yang baru karena dinilai sudah terjadi cukup lama.

“Kongkalikong proses tender di kantor Dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta memang patut mendapat perhatian serius dari gubernur dan KPK serta kejaksaan, karena berbagai kecurangan yang mengarah pada perbuatan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) diduga kuat tejadi disana. Mulai dari anggaran untuk makan dan minum pegawai yang tidak jelas dan tidak transfaran, lalu anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan armada yang juga tidak transfaran dan penuh dengan rekayasa, anggaran untuk bensin dan solar atau bahan bakar minyak (BBM) untuk armada yang patut untuk di pertanyakan, belum lagi pengadaan barang dan jasa yang pelaksanaanya dinilai tak mengacu dan sesuai dengan peraturan presiden republik Indonesia sebagaimana diatur oleh (PERPRES) No. 80 tahun 2003 dan (PERPRES) No.54 tahun 2010 yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa, inilah yang menurut saya kemungkinan besar tidak dilaksanakan dengan baik dan benar oleh Dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta yang di pimpin oleh Unu Nurdin sebagai kepala dinas,’’ jelas Trihadi.

“Coba, anda boleh cek ke lapangan, ada berapa banyak armada angkutan sampah yang ada dan tersebar di seluruh DKI Jakarta yang saat ini dimiliki oleh dinas kebersihan, lalu berapa liter dalam sehari anggaran untuk bensin dan solar atau bahan bakar minyak (BBM) untuk armada angkutan sampah tersebut, apakah nilai anggarannya sama atau ada perbedaan tinggal dihitung dan dikalikan saja, urainya. Nah dari situ nanti akan jelas pasti ada perbedaan dan selisih angka, belum lagi pengadaan untuk gerobak sampah, coba anda lihat dan perhatikan bannya apakah bannya baru atau bekas, karena berdasarkan informasi yang saya dengar untuk pengadaan gerobak sampah dari tahun ke tahun semua bannya menggunakan ban bekas dan itu pun juga ban suntikan, walau pun hal ini masih perlu pembuktian,’’ tandasnya.

Jika kecurangan seperti yang dijelaskan oleh Trihadi memang benar-benar terjadi dan terbukti, sungguh ironis perbuatan yang dilakukan oleh pejabat di dinas kebersihan DKI Jakarta yang mencuri uang rakyat demi kepentingan pribadinya. Dan berapa banyak uang haram yang terkuras dari APBD yang digunakan tak sesuai dengan peruntukannya..wauuu?

(MB)

Tinggalkan Balasan