Pengadaan Gerobak Motor Pengangkut Sampah di Dinas Kebersihan DKI Jakarta Berbau Konspirasi
Pengadaan Gerobak Motor Pengangkut Sampah di Dinas Kebersihan DKI Jakarta Berbau Konspirasi

JURNALREALITAS.COM, JAKARTA – Dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta yang dipimpin oleh Unu Nurdin selaku kepala dinas diduga kuat telah melakukan penyimpangan dan penyelewengan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2012.

Penyimpangan dan penyelewengan yang dimaksud adalah anggaran untuk pengadaan gerobak motor yang ada di dinas kebersihan Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp. 9 Milyar untuk 300 unit gerobak motor.

Gerobak motor pengangkut sampah yang dilengkapi dengan pengeras suara dan sering kali memutar lagu khas Betawi yang berjudul “Dia Si Jali-Jali” sangat disukai oleh sebagian besar warga DKI Jakarta sejak awal pengadaannya yaitu pada tahun 2007 yang silam.

Pengadaan gerobak motor pengangkut sampah, awalnya bertujuan agar petugas pengangkut sampah dapat menjangkau dan mengangkut sampah warga DKI Jakarta yang tinggal di gang-gang kecil dan sempit serta padat penduduk, sehingga dengan adanya armada pengangkut sampah ini maka sampah tak lagi menumpuk.

Selain itu, diharapkan tak ada lagi warga Jakarta yang membuang sampahnya sembarangan diujung gang dan pojok-pojok jalan, serta tak ada lagi tempat untuk pembuangan sampah liar di sekitar permukiman warga yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Jumlah gerobak motor yang sudah ada saat ini adalah sebanyak 305 unit yang awalnya pada tahun 2007 hanya berjumlah sebanyak 40 unit sebagai bahan uji coba, namun karena ternyata cukup jitu dan efektif maka ditambahkan lagi sebanyak 265 unit pada tahun 2011 silam, sedangkan pada tahun 2012 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) gerobak motor diadakan lagi sebanyak 300 unit dengan anggaran sebesar Rp. 9 Milyar yang diambil dari APBD provinsi DKI Jakarta.

Dalam APBD provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2012 dana yang dialokasikan sekitar Rp. 9 milyar untuk pengadaan 300 unit gerobak motor, satu unit gerobak motor tersebut dibeli dengan satuan harga sekitar Rp. 30 juta per unitnya dan rencananya gerobak motor tersebut akan dipakai untuk melayani 267 kelurahan yang ada di enam wilayah DKI Jakarta untuk mengangkut sampah-sampah domestik, dan sampah yang diangkut oleh gerobak motor langsung dimasukkan kedalam tempat pembuangan sampah sementara (TPS) atau Dipo sampah yang ada di setiap wilayah DKI Jakarta, sambil menunggu truk angkutan sampah besar atau container yang akan mengangkut sampah tersebut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang dan Inter Mediate Treatment Facility (ITF) Sunter Jakarta utara.

Menyikapi hal ini konsultan hukum yang juga pengamat masalah sosial dan lingkungan TRIHADI SH memberikan tanggapan, “tidak tertutup kemungkinan dan ada dugaan telah terjadi konspirasi dan persekongkolan bersama antara oknum pejabat di dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta dengan kalangan pengusaha pengadaan gerobak motor untuk menggerogoti dan merampok uang negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena berdasarkan informasi yang saya dengar dan saya dapat masih banyak di wilayah DKI Jakarta yang masih memakai dan menggunakan gerobak motor yang tak layak lagi untuk dipakai dan dipergunakan, karena saya lihat sendiri di JL. Melati Jakarta timur masih banyak gerobak motor yang kondisinya sudah sangat parah dan memprihatinkan namun masih dipakai untuk mengangkut sampah dirumah-rumah penduduk.

Lalu kemana gerobak motor yang setiap tahun dibeli oleh dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta dan menghabiskan APBD yang tidak sedikit, karena di lapangan saya tidak pernah melihat dan menemukan ada gerobak motor baru yang dipakai untuk mengangkut sampah, dan kalau seandainya ada pun pastinya juga di wilayah tertentu dan jumlahnya juga sangat terbatas, apalagi saya dengar untuk pengadaan gerobak motor yang ada di dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta, dari tahun ke tahun ban yang pergunakan adalah ban bekas dan ban suntikan,’’ urainya.

Dan TRIHADI menambahkan, “menanggapi dan menyikapi hal ini sudah seharusnya lembaga institusi penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan Agung serta Mabes Polri bersikap pro aktif jangan menunggu ada laporan masuk dan temuan baru bertindak dan bereaksi, bila perlu panggil dan periksa pejabat terkait yang ada di dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta, tidak sulit rasanya kalau ingin membongkar dugaan adanya korupsi yang terjadi di dinas kebersihan provinsi DKI Jakarta yang di pimpin oleh Unu Nurdin sebagai kepala dinas, cek dan di lihat plat nomernya serinya berurutan apa tidak, dan plat hitam apa plat merah gerobak motornya, lalu siapa kontraktornya dan dimana beli barangnya, speknya dan mereknya apa, berapa harga per unitnya dan berapa besar anggarannya, serta lihat kualitas dan kondisi gerobak motornya itu yang paling penting,”pungkasnya.

(AM)