OPINI – Menggali Perpetual Alam dan Keberadaan Tuhan
“Perpetual” berarti terus-menerus atau tidak berhenti, tanpa akhir. Ini merujuk pada sesuatu yang berlangsung secara terus-menerus atau abadi.
Sebuah bahasan sederhana akan kelemahan kita dalam mengukur,,,
Mengukur akan Sebuah Keberadaan,,,,
Juga sebuah Perhitungan sebuah kecerdasan,,,,,
Sekarang mari kita melihat pada jam,,,
Lihat bahwa ada angka di jam,,,
Ada mesin di jam,,,
Ada pergerakan dijam,,,,
Ada perhitungan yang komplex di jam,,,
Ada PERPUTARAN yang konstan dijam,,,
Ada detail dan ada kesungguhan menghitung dari yang presisi dari pembuat jam,,,
Ada persamaan yang dibuat menyesuaikan dengan perubahan waktu yang sudah disetujui dijam
Juga ada mekanisme yang Perpetual, dengan segala gerakan jam yang harus sesuai dengan hukum Matematika dan fisika Alam,,,
Pertanyaan nya,,,
Kamu bisa buat jam?
Kamu tahu ada kecerdasan dan yang menciptakan nya dengan pertimbangan perhitungan yang telah selesai sempurna sampai menjadi jam yang bergerak?
Maka siapa Nama penemu jam?
Siapa kecerdasan pembuat perhitungan itu?
Sekuat apa dia berhitung hingga tercipta JAM?
Kita percaya akan adanya Pencipta jam karena adanya
Konsistensi Perpetual,,,
Dengan suatu kedetailan akan perhitungan,,,
Sesuatu yang konstan,,,
Nyata berbentuk dengan konstansi pergerakan yang sesuai,,,,
Karena adanya Konsistensi itu maka bisa dihitung dan ada Pencipta
Tanpa Konsistensi atau random maka itu RUSAK,,,
Sekali lagi siapa nama Pencipta nya?
Pada Alam
Sekarang Lihat Perpetual pada pergerakan siang dan malam,,,
Lihat Konsistensi akan jumlah waktu dalam setahun,,, selalu sempurna dalam perjalanan yang fix Sama Konstan,,,
Adakah perhitungan-Nya di penciptaan Alam?
Adakah Penciptanya?
Konsistensi pada waktu kehadiran bulan dan letak Bintang,,,
Adakah yang tidak seimbang?
Adakah yang tidak konsisten bergerak(bertasbih)?
Adakah yang tidak kembali?
Maka adakah perhitungan-Nya di alam ini?
Apakah kita tidak menghitung sampai lupa akan Keberadaan Allah dalam perhitungan Perpetual Alam?
Lihat lah kembali kesempurnaan perhitungan NYA,,,,
Kesempurnaan Dalam segala Kesepasangan di setiap segala sesuatu,,,
Sekarang lihat kepada dirimu sendiri,,,,
Kembalikan penglihatanmu ke diri,,,
Seberapa luas semesta diri yang tidak diperhatikan,,,, akan Kesempurnaan Penciptaan Manusia oleh Ilahi
Maka dengan perhitungan kah dirimu tercipta?
Kecerdasan Maha sempurna kah yang menciptakan langit dan bumi juga pada dirimu sendiri?
Dialam mana akan adanya sebuah ketidaksepasangan?
Dipertikel atom mana tidak adanya Kesepasangan?
Adakah didirimu yang tidak berpasangan?
Dualisme telah terpatri pada dimensi yang diberikan Allah ini adalah sebuah petunjuk-NYA akan Satu satunya adanya Ketunggalan dijagad raya ini,,,
Bahwa Allah lah yang Maha Tunggal diantara segala Kesepasangan di alam ini
Dalam pencarian akan yang abadi dan tak berujung, kita sering berpaling pada dua realitas yang tampaknya melekat pada konsep “perpetual”: alam semesta yang tak terbatas dan keberadaan Tuhan yang kekal
Alam Simbol Perpetual
Alam semesta adalah manifestasi fisik dari konsep “perpetual”. Dengan siklus yang terus-menerus dari lahir, mati, dan regenerasi, alam menunjukkan keabadian dalam berbagai aspeknya. Dari gerakan planet yang tak pernah berhenti hingga siklus musim yang tak pernah usai, alam memberikan pengalaman tentang keabadian yang memukau.
Maka dapatkah kau rasakan keberadaan ANGIN?
Dapat kah kau melihat ANGIN?
SADAR kah kita akan kekuatan ANGIN?
Dapat berbuat apakah ANGIN?
maka adakah ANGIN?
Hadirkah Angin???
Sebuah kealamiahan yang Fitrah Nyata,,,
Panggilan Jiwa dalam tangisan dan sujud,,,
Dalam momen-momen ketika kita merasa tersesat di samudra kesendirian,,,,
kita memanggil kehadiran Allah untuk memberikan Petunjuk,,,,
Dalam cahaya rembulan yang lembut atau dalam gemuruh petir yang menggetarkan, kita mendengarkan panggilan jiwa yang tak terungkapkan, merasakan hati berbisik,,,
memohon ampunan dan Petunjuk-NYA
Insyaallah Pengingat akan adanya Ilahi pada Segala Sesuatu ini menjadi jalan untuk perbaikan dan peringatan
Ingatkan diri kita dengan ayat NYA
Kerajaan (Al-Mulk):3 – Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Kerajaan (Al-Mulk):4 – Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
Cahaya (An-Nūr):44 – Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.
Nabi-Nabi (Al-‘Anbyā’):33 – Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Memperjalankan di waktu malam (Al-‘Isrā’):12 – Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Pencipta (Fāţir):13 – Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
Keluarga Luqman:29 – Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Rombongan-rombongan (Az-Zumar):5 – Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):190 – Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Sapi Betina (Al-Baqarah):164 – Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):80 – Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
Al-Ĥijr:22 – Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
Bangsa Romawi (Ar-Rūm):48 – Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.
Cahaya (An-Nūr):43 – Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Oleh: Saleh Brik Zubaidi / PemerHati / PemBelajar
Komentar