• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 33

JURNALREALITAS.COM, SIMALUNGUN – Tekait issu miring tentang bantuan pupuk dan bibit dari kementrian pusat tahun 2015/2016 yang mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak tersalur dan tidak diterima oleh kelompok-kolompok tani (poktan) yang ada di kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun khususnya di nagori dolok tomuan adalah tidak benar.

Senin, 26/9/2016 sekira pukul 10.00 wib, bertempat di kantor BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan) Dolok Panribuan diadakan rapat klarifikasi untuk membahas dan mengklirkan berita dan laporan salah seorang anggota kelompok tani bermarga Hutagaol yang menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan pupuk NPK dan Urea serta bibit jagung dari dinas pertanian setempat. Pernyataan itu dituangkan dalam secarik kertas bermaterai.

Foto: Ka. UPTD Pertanian Dolok Panribuan, PPL dan Petugas Babinsa
Foto: Ka. UPTD Pertanian Dolok Panribuan, PPL dan Petugas Babinsa

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ka. UPTD Pertanian Kecamatan Dolok Panribuan, M.B. Napitupulu; Koordinator BP3K, Wagiman, Petugas PPL, John Kliwon Manik; anggota Babinsa Koramil Tiga Balata Serda J. Tondang dan Sersan L. Pasaribu; dan para ketua kelompok tani dan pengurus. Dalam rapat pertemuan tersebut, ketua kelompok menyatakan bahwasanya mereka telah benar-benar menerima bantuan pupuk tahun 2015 dan bibit jagung tahun 2016 dan telah disalurkan kepada anggota masing-masing kelompok tani. Hal ini dikuatkan dengan adanya tanda tangan dan pernyataan secara tertulis dari 16 kelompok tani dalam hal ini diwakili oleh ketua kelompok dan beberapa orang dari anggota kelompok masing-masing.

Pemberian bantuan pupuk tahun 2015 tersebut juga dulunya disaksikan oleh Babinsa dan Pangulu Nagori yang lama. Seperti yang dikatakan oleh Ka. UPTD Pertanian M. Napitupulu semua bantuan pupuk dan bibit telah terdistribusi dengan baik dan benar. Dan tak ada sedikitpun mereka selewengkan. Sebab mereka mengerti benar bahwa para petani betul-betul membutuhkan bantuan tersebut dan mereka mengerti konsekwensi hukum yang akan mereka terima apabila mereka tidak menyalurkan atau menggelapkannya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Marudut kepada awak media ini. Pemberitaan ini juga dimaksudkan untuk mengcounter semua pemberitaan miring yang menyinggung dinas pertanian kecamatan dolok panribuan simalungun. Sementara itu Wagiman selaku coordinator BP3K mengharapkan agar poktan (kelompok tani) benar-bernar diberdayakan. Karena poktan ini sebenarnya banyak yang mengurusi/peduli. Makanya dia berharap poktan ini berani menjemput bola dalam artian pro aktif jangan hanya menunggu saja. Sementara John Kliwon Manik selaku petugas PPL dolok panribuan mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan diadakan revitalisasi kelompok-kolompok tani yang ada termasuk mungkin nanti pergantian para pengurus/ketua kelompok. Dan nantinya akan ditambah menjadi kurang lebih 20 kelompok tani dari 16 poktan yang ada sebelumnya. Sementara J. Tondang selaku Babinsa mengatakan jika ada bantuan dari pemerintah agar para kelompok tani melengkapi administrasi dan membuat tanda terima fisik bantuan secara tertulis. Supaya jangan ada lagi issu yang akan muncul seperti sekarang ini.

J. Napitu selaku ketua kelompok tani (poktan) Jaya, pasar baru mewakili ketua poktan lainnya mengatakan dengan tegas bahwasanya mereka benar-benar telah menerima bantuan pupuk dan bibit jagung. Dan mengatakan bahwa issu tersebut tidak benar. Sebab yang bersangkutan adalah salah seorang saksi yang langsung menyaksikan pemberian dan penyaluran bantuan pupuk dan bibit tersebut.

Diakhir rapat ini, semua pihak yang hadi menyatakan bahwa penyaluran bantuan pupuk dan bibit dari kementrian pertanian tahun 2015/2016 telah benar mereka terima dengan baik dan benar. Dan mereka mengucapkan terima kasih kepada UPTD Pertanian Dolok Panribuan, Petugas PPL yang selalu siap mendampingi, Para petugas BP3K dan Babinsa yang selalu mengawal kinerja instansi terkait sehingga semua dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga ke depannya semua kelompok tani semakin maju dan bersemangat dalam menerima dan menggunakan semua bantuan yang diterima dengan harapan hasil panennya nanti dapat berlipat ganda. (M.Baringin P.S)

Tinggalkan Balasan