• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 6 May 2021
0 Comments 17

JURNALREALITAS.COM, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada Senin (16/06/2014) silam, jajaran bersama staf  TPU Karet Bivak Jakarta Pusat mengadakan kegiatan sillaturrahmi dan pengajian bersama di kantor TPU Karet Bivak yang terletak di Jl. Kyai Haji Mas Mansyur Kel. Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat. Pengajian dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhon.

Acara sillaturrahmi dan pengajian bersama ini mengusung tema, “Dengan Sillaturrahmi Mari Kita Jaga dan Kita Tingkatkan Hubungan Sesama Muslim”.

Walau acara terlihat sangat sederhana, namun mengandung nilai dan makna yang teramat dalam betapa pentingnya menjaga tali sillaturrahmi menjelang datangnya bulan suci Ramadhon. Dalam acara sillaturrahmi dan pengajian bersama yang diadakan oleh Sugiharto selaku kepala TPU Karet Bivak atas instruksi dan arahan dari kepala Suku Dinas (kasudin) Pemakaman Jakarta Pusat Dedi Tarmidzi. Tampak pula hadir para tamu dan undangan yang diantaranya adalah mantan kasudin pemakaman Jakarta Pusat Leo Pasaribu.

Kepala TPU Karet Bivak yang bertindak sebagai tuan rumah, Staf Sudin Pemakaman Jakarta Pusat, Staf TPU dan para mitra serta pengurus makam, JurnalRealitas yang ikut serta dalam acara sillaturrahmi dan pengajian bersama melihat acara berjalan dengan lancar dan meriah, walau terkesan sangat sederhana namun sangat khidmat, karena diisi dengan siraman rohani berupa ceramah dan pembacaan doa arwah.

Saat ditemui seusai acara sillaturrahmi dan pengajian bersama Sugiharjo mengatakan, “untuk tahun ini TPU Karet Bivak mendapatkan giliran pertama mengadakan kegiatan sillaturrahmi dan pengajian bersama untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhon. Setelah TPU Karet Bivak nanti akan menyusul TPU-TPU lainnya di wilayah Jakarta Pusat”, terangnya.

Menurut penuturan Syamsudin (45 tahun), salah satu mitra TPU Karet Bivak mengatakan, “saya merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya acara sillaturrahmi dan pengajian bersama ini.  Selain bisa sillaturrahmi dan kenal dengan yang lain, saya dan anak saya mendapatkan siraman rohani berupa ceramah keagamaan yang isinya sangat menyentuh hati, ceramahnya sangat bagus sampai masuk kedalam hati yang paling dalam. Saya sampai merinding dan terharu mendengar isi ceramahnya. Usai acara sillaturrahmi dan pengajian bersama, saya dan anak saya masih dapat bungkusan nasi kotak dengan lauk-pauk ayam bakar, al’hamdullilah besar harapan saya semoga untuk tahun-tahun berikutnya bisa diadakan lagi kegiatan seperti ini,” tutur Syamsudin kepada wartawan mengakhiri pembicaraan. (AM)

Tinggalkan Balasan