Adanya Tumpukan Sampah di TNGGP, Aktivis Putri Nabila Damayanti, SH Angkat Suara

CIANJUR – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980 dan merupakan salah satu Taman Nasional yang tertua di Indonesia. TNGGP terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 24.270,80 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya.

Terkait Kondisi yang sedang dialami TNGGP saat ini, Aktivis yang juga Pengamat Lingkungan Putri Nabila Damayanti, SH angkat suara, dan mengungkapkan rasa prihatin terhadap kondisi yang dialami TNGGP saat ini

“Sebagai seorang pemerhati lingkungan hati saya selalu bergejolak setiap kali menginjakkan kaki di wilayah TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) bukan prihal keindahan, kabar yang saya bawa kali ini bukanlah kabar baik tentang mekarnya Edelweiss, melainkan tentang “monumen” plastik yang kian meninggi di wilayah konservasi,” ungkap Putri Nabila Damayanti, SH kepada awak media pada Jumat (30-01-2026)

Gunung Gede, yang seharusnya menjadi benteng terakhir keanekaragaman hayati di Jawa Barat, kini tengah menghadapi krisis identitas. Alih-alih menjadi paru-paru dunia, jalur pendakian ikonik ini mulai menyerupai tempat pembuangan akhir (TPA) raksasa yang tidak terkelola.

“Suryakencana ialah hamparan sabana yang diagungkan sebagai salah satu titik tercantik di bumi Indonesia, kini ternodai dengan tumpukan sampah plastik, kaleng bekas logistik, hingga sisa kain yang ditinggalkan pendaki. Meskipun aturan “bawa turun sampahmu” sudah lama digalakkan, kenyataan di lapangan menunjukkan kegagalan sistemik dalam pengawasan dan edukasi, bukan sekedar salah para pendaki,” ulas Putri yang saat ini aktif di PP AMPG

Putri juga menjelaskann Ini bukan sekadar masalah estetika. Adanya sampah plastik yang tertimbun di tanah pegunungan merusak kualitas infiltrasi air dan mengancam satwa liar yang mungkin mengonsumsi sisa makanan atau plastik tersebut. Jika larut dibiarkan Gunung Gede akan kehilangan daya tarik alaminya dan menjadi “Gunung Sampah” dalam hitungan tahun.

“Kita tidak sedang adalah generasi yang mewarisi alam ini dari nenek moyang, tapi jangan melupakan bahwa kita sejatinya sedang meminjamnya dari anak cucu kita sendiri, tolong jangan mengembalikan dalam keadaan hancur”

“Sebagai pengamat, saya mendesak pihak otoritas TNGGP untuk melakukan audit total terhadap sistem perizinan dan pengawasan sampah. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar spanduk imbauan,” Pungkas putri nabila mengakhiri. (Megy)

BAGIKAN :

Jangan Lewatkan

Putri Nabila Damayanti, SH Apresiasi Statemen Ketum Golkar yang Dukung Perempuan Aktif Dalam Politik Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *