JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), gelar Konpres dengan tema “Udara Bersih, Paru Sehat, Indonesia Kuat” pada Selasa (08-09-2026) di Rumah PDPI Jl.Cipinang Baru Bunder No.19, Cipinang, Jakarta Timur
Dalam Konpres tersebut disampaikan komitmen PDPI dalam upaya pengendalian polusi udara, pencegahan penyakit paru, serta penguatan sistem kesehatan respirasi nasional.
Ketua Umum PP-PDPI Dr. dr. Arif Riadi Arifin, Sp.P(K), MARS menyampaikan dalam sambutannya terkait Kondisi yang terjadi, dan dampak terhadap Kesehatan
“Momen ini juga hadir ditengah rentetan musibah yang melanda bangsa kita, seperti banjir, longsor yang merenggut puluhan korban jiwa, karhutla yang berdampak pada lebih dari 10 juta penduduk di tujuh provinsi, serta abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Semua ini mengancam napas masyarakat, terutama kelompok rentan. PDPI menegaskan kesiapsiagaan bencana respirasi harus hadir sejak awal. Kepada sejawat di daerah terdampak, kami sangat apresiasi atas pengabdiannya, namun di balik itu semua marilah kita sama-sama merenungkan sejenak, bahwa kita pada akhirnya adalah manusia biasa, kecil di hadapan pencipta. Kita sebagai dokter tidak boleh lupa akan menyerahkan kembali semua hasil usaha kita kepada yg memberikan nya,” ungkapnya
“Beban penyakit ini diperberat oleh kesenjangan sistem, akses diagnostik yang belum merata,
distribusi tenaga spesialis yang timpang, kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang timpang, hingga program yang masih terfragmentasi. Di saat bersamaan, PDPI menghadapi tantangan dari sisi kebijakan perubahan sistem rujukan berbasis kompetensi fasilitas, Kelas Rawat Inap Standar, serta penyesuaian skema pembiayaan klaim BPJS Kesehatan, yang berpotensi memengaruhi alur rujukan pasien TB, asma, PPOK, dan kanker paru serta pembiayaan layanan spesialistik seperti spirometri dan bronkoskopi. PDPI menyikapi ini secara konstruktif terus terlibat aktif dalam penyusunan kebijakan bersama Kemenkes dan BPJS Kesehatan, agar setiap perubahan tetap berpihak pada akses pasien,” ujarnya
“Kami juga dihadapkan pada arus kemajuan ilmu dan teknologi yang cepat, diagnosis molekuler, kecerdasan buatan untuk skrining kanker paru, terapi biologis untuk asma berat, hingga telemedicine. Ini peluang besar, tapi juga menuntut kesiapan kompetensi sejawat, keterjangkauan biaya bagi daerah, dan pembaruan pendidikan berkelanjutan,” Katanya
“PDPI berkomitmen memperbarui panduan klinis secara berkala dan memperluas pendidikan berkelanjutan agar inovasi ini merata hingga ke pelosok negeri, bukan hanya di kota besar,” kata Ketum PP PDPI dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P(K), MARS
Ketua Umum PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia) DR. dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes secara zoom menyampaikan ucapan selamat HUT PDPI ke 53, Sukses selalu, Semoga Makin Berkontribusi bagi Masyarakat
Setelah sambutan tersebut dilanjutkan dengan Pemutaran Vidio Tokoh PDPI, dan Penyampaian Kilas Balik PDPI oleh Prof. Dr. Tjandra Yoga Adtama, Sp.P(K), DTM&H, DTCE, FISR (Mantan Ketum PP PDPI), dan dilanjutkan Kultum dan Doa.
Penyampaian rilis oleh Dr dr Susanthy Djajalaksana, Sp.P(K), mengungkapkan dalam kesimpulan ada 5 Kiat Menjaga Kesehatan Paru:
- Kenali Gejala, Jangan biarkan Batuk berkepanjangan
- Berhenti merokok dan Hindari Vape
- Jaga udara yang kita hirup
- Hindari kelompok rentan
- Dukung pasien Tuberkolosis
Dilanjutkan Webinar Kesehatan dengan Topik Dampak Abu Vulkanik Terhadap Pernapasan, yang disampaikan oleh dr. Gigih Setiawan, Sp.P(K)
Dalam Rangkaian HUT PDPI ke 52 tersebut disampaikan juga Pengumuman Pemenang Lomba Logo PDPI, Diskusi, dan Ramah Tamah, serta Pemotongan Tumpeng HUT PDPI ke 53, dilanjutkan dengan Foto Bersama. (Megy)



Comment