OPINI – Di langit Batavia kutitipkan namamu pada angin senja, Sementara di Leiden kau memandang bulan yang sama Kolonialisme membangun tembok di antara dua benua
Namun cinta selalu menemukan jalan menuju jiwa
Aku putra negeri yang dirantai oleh penjajahan
Kau gadis Belanda yang lahir di tanah penjajah
Mereka melihat warna kulit bangsa dan kedudukan
Sedang kita hanya melihat dua hati yang saling mendambakan
Surat-suratmu menjadi cahaya di malam pengasingan
Setiap kata menghapus sepi di balik keterasingan
Meski lautan memisahkan pelukan yang diimpikan
Kasihmu tetap menjadi rumah bagi kerinduanku
Aku berjuang demi tanah air yang haus kemerdekaan
Kau berjuang menjaga cinta dari segala prasangka zaman
Kita tahu keserakahan menciptakan batas dan permusuhan
Tetapi kasih selalu lebih kuat daripada kekuasaan
Bukan darah atau bangsa yang menentukan kemuliaan
Melainkan hati yang setia memegang kejujuran
Perbedaan hanyalah dinding yang dibangun manusia
Sedangkan cinta adalah langit yang tak mengenal batasnya
Aku berjanji akan datang membawa kehormatan
Menjadikanmu pendamping dalam ikatan pernikahan
Kau menjaga cintamu tetap suci dalam penantian
Hingga waktu mengalahkan setiap penghalang perjalanan
Kelak ketika penjajahan tinggal menjadi kenangan
Kita akan berdiri sebagai dua insan dalam kebebasan
Batavia dan Leiden tak lagi dipisahkan ketakutan
Karena cinta telah menang atas kolonialisme dan zaman
Bogor 7 Juli 2026
oleh: Novita Sari Yahya (Penulis)



Comment