MANOKWARI – Solidaritas Peduli Kemanusiaan Penembakan di Maybrat Papua Barat Daya (IMKHA Manokwari, IMM Manokwari, GMKI Cabang Manokwari, GMNI Cabang Manokwari, Asrama Mahasiswa Bintuni, PIDAR Papua Barat, Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak, dan Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi)
Kemanusiaan di tanah Papua kembali terluka hebat. Peristiwa penembakan terhadap 3 (tiga) orang warga sipil yang terjadi di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, merupakan bukti nyata masih berlanjutnya tindakan kekerasan, intimidasi, serta pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa.
Tindakan represif dan kekerasan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum aparat berseragam TNI terhadap warga sipil merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, konstitusi, dan instrumen HAM. Menyikapi situasi yang sangat memprihatinkan ini, gabungan organisasi mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat sipil Papua Barat yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Kemanusiaan Penembakan di Maybrat terdiri dari IMKHA Manokwari, IMM Manokwari, GMKI Cabang Manokwari, GMNI Cabang Manokwari, Asrama Mahasiswa Bintuni, PIDAR Papua Barat, Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak, serta Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Manokwari, menyatakan sikap tegas dan mengecam keras tindakan penindasan tersebut yang diduga dilakukan oleh oknum aparat TNI.
Penghadangan Aksi Long March di Lampu Merah Makalo
Ratusan massa aksi berkumpul sejak pukul 08.00 WIT, Rabu (19-08-2026) di titik kumpul depan Perpustakaan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari. Massa aksi kemudian bergerak melakukan Long March damai menuju Kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRP PB) untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara langsung sebagai lembaga representasi kultural masyarakat adat Papua.
Namun, di tengah perjalanan menuju kantor MRP PB, rombongan Long March massa aksi dihadang secara ketat oleh aparat keamanan dari Polresta Manokwari di seputaran Lampu Merah Makalo, Jalan Fanindi, Manokwari. Penghadangan dan pembatasan ruang ini tidak menyurutkan semangat massa aksi untuk tetap bertahan, mengumandangkan orasi, dan melangsungkan Mimbar Bebas Kemanusiaan guna menyuarakan keadilan bagi para korban. Hingga lewat negosiasi yang alot dan sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat keamanan, akhirnya pada jam 15.15 WIT perwakilan dari pihak MRP PB dan Kementerian HAM Wilayah Papua Barat datang langsung ke lokasi untuk menerima aspirasi dari massa aksi.
Pernyataan Sikap dan Tuntutan Aksi
Berdasarkan situasi krisis kemanusiaan di Maybrat, kami menyatakan sikap dan menuntut:
1).Usut Tuntas Kasus Penembakan Warga Sipil:
Menuntut Panglima TNI, Kapolri, serta Komnas HAM RI untuk segera membentuk tim investigasi independen guna mengusut tuntas kasus penembakan terhadap 3 (tiga) warga sipil di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat.
2).Adili dan Hukum Oknum Pelaku:
Menuntut proses hukum yang transparan, adil, dan terbuka terhadap oknum berseragam/aparat TNI yang terlibat dalam aksi penembakan dan kekerasan terhadap warga sipil di Maybrat.
3).Hentikan Kekerasan, Represi, dan Pembatasan Ruang Demokrasi:
Mengecam dan menuntut dihentikannya segala bentuk tindakan intimidasi, kekerasan, penindasan, serta pembatasan penyampaian pendapat di muka umum oleh oknum aparat keamanan terhadap masyarakat sipil dan mahasiswa di Papua.
4).Jamin Keamanan dan Kemanusiaan Masyarakat Aifat:
Menuntut Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri untuk memberikan jaminan rasa aman, perlindungan HAM, serta pemulihan kondisi sosial- psikologis bagi warga sipil di Distrik Aifat Timur dan sekitarnya.
5).Evaluasi Pendekatan Keamanan di Papua:
Mendesak Pemerintah Pusat dan institusi keamanan untuk mengevaluasi secara total pendekatan militeristik/keamanan di Papua yang terus-menerus memakan korban dari kalangan warga sipil tak berdosa.
Demikian kami sampaikan sebagai bentuk pertanggung jawaban moral dan panggilan kemanusiaan untuk mengawal keadilan bagi korban serta mewujudkan kedamaian yang sejati di Tanah Papua.
“Adapun Elemen Pendukung Aksi tersebut, diantaranya; Ikatan Mahasiswa Kabupaten Maybrat (IMKHA) Manokwari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Manokwari, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manokwari, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manokwari, Asrama Mahasiswa Bintuni, PIDAR Papua Barat, Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak, Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Manokwari,” ujar Narahubung Koordinator Lapangan atau Perwakilan Solidaritas Yunus Suwe kepada awak media. (Megy)



Comment