• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 33

JURNALREALITAS.COM, JAKARTA – Ironis budaya aji mumpung ternyata tidak hanya didominasi dan melekat dikalangan artis, tetapi budaya aji mumpung juga melekat erat dimental para pejabat, begitu sulitnya budaya aji mumpung dihilangkan dan dihapus dari mental para pejabat, pada umumnya pejabat yang bermental aji mumpung biasanya mereka memperkaya diri sendiri dan keluarga bahkan kerabatnya diajak bekerja dan diberi jabatan yang cukup strategis di institusi yang dipimpinnya, rupanya budaya aji mumpung juga terjadi di kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Tepatnya di Seksi Kebersihan kecamatan Pesanggrahan, kepala seksi kebersihan kecamatan Pesanggrahan diduga memperkaya diri sendiri dan keluarganya, dengan cara memasukkan nama ke empat (4) anaknya menjadi Pekerja Lepas (PL) di seksi kebersihan kecamatan. Tudingan ini bukannya tanpa sebab karena menurut penuturan atang (bukan nama sebenarnya) nara sumber JR di lingkungan sudin kebersihan Jakarta Selatan menyebutkan, “ke empat (4) anak kepala seksi kebersihan kecamatan Pesanggrahan, diduga namanya dimasukkan menjadi Pekerja Lepas (PL) fiktif, padahal selama ini mereka tidak pernah bekerja menjadi Pekerja Lepas (PL),” tuturnya. Lebih lanjut atang menambahkan, “silahkan cek di Suku Dinas (Sudin) Kebersihan Jakarta Selatan, atau di seksi Kebersihan Kecamatan Pesanggrahan, nama Widya, Dini, Wisnu, Indra pasti ada di daftar penerima gaji, yang setiap bulannya diterima oleh para Pekerja Lepas (PL), apa ini bukan aji mumpung dan nepotisme namanya, kong-kalikong dan bersengkongkol guna memperkaya diri sendiri dan keluarganya.

Menyikapi hal ini Kasudin dan Kasubag Tata Usaha (TU) seharusnya tidak boleh tutup mata dan melakukan pembiaran, karena semua kebijakan ada pada Kasudin,” tutur atang. “Apalagi seksi kebersihan kecamatan Pesanggrahan selama ini retribusinya tergolong sangat kecil dibandingkan wilayah kecamatan lain Se-Jakarta Selatan, sekitar Rp.19.630.000 pertahun atau sekitar Rp.2.486.000 perbulan, berarti yang tercapai hanya 86,26 persen dari target sebesar Rp.29.832.000. Retribusinya paling kecil tapi pendapatan sampingannya paling besar dan menggiurkan di banding seksi kebersihan kecamatan lain.

Selain itu, masih menurut penuturan atang bahwa jumlah Pekerja Lepas (PL) yang ada diseksi kebersihan kecamatan Pesanggrahan terlalu banyak dan tidak sebanding dengan luas wilayah, perlu segera dievaluasi dan bila perlu dikurangi secepatnya agar tidak mubazir, karena selama ini gaji Pekerja Lepas (PL), dibayar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), yang sumbernya dari hasil pajak masyarakat.

Terkait praktek Manipulasi data yang dilakukan oleh kepala seksi kebersihan kecamatan pesanggrahan Jakarta Selatan, sejauh ini Kasudin kebersihan Jakarta selatan belum bisa diminta konfirmasi, karena tak selalu ada ditempat. (AM)

Tinggalkan Balasan