• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 27

JURNALREALITAS.COM, JAKARTA – Kementerian sosial kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai dan Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) sebesar Rp6,53 triliun bertepatan dengan dimulainya puasa Ramadhan 1442 H.

“Pencairan bantuan ini untuk tahap II, kebetulan bulan April, jadi pas bersamaan dengan awal puasa,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini pada Sabtu (17/04/2021).

Menurut Risma, bansos Rp6,53 triliun itu menyasar 9.074.584 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar dseluruh pelosok Tanah Air.

Dengan pencairan bantuan PKH diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran di bulan puasa, karena biasanya kalau puasa berbeda dengan hari-hari biasa.

“Bulan puasa pengeluaran akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan saur maupun buka puasa, untuk beli takjil atau beli makanan tambahan lainnya”, tutur Risma.

Pencairan bansos PKH juga diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemic Covid-19 yang mendera Indonesia selama ini.

“Semakin banyak uang yang beredar makin tinggi daya beli masyarakat. Kalau daya beli meningkat maka pedagang kecil juga akan terkena dampaknya, dagangan jadi laku dan bisa mendapatkan untung,” papar Risma.

Diketahui bahwa PKH merupakan bantuan bersyarat bagi keluarga yang memenuhi satu atau lebih komponen yaitu kompinen kesehatan dengan kategori ibu hamil dan anak balita.

Komponen pendidikan dengan kategori anak SD/MI atau sederajat, anak SMP/MTs atau sederajat dan anak SMA/MAN atau sederajat. Komponen Kesejahteraan Sosial dengan kategori lanjut usia diatas 70 tahun dan kategori disabilitas berat.
Kemensos bekerja sama dengan Himbara dalam pencairan bantuan, seluruh KPM PKH mendapatkan bantuan langsung ke rekeningnya.

“Mereka bisa mencairkan di ATM bersama, e-warong, dan agen-agen bank yang ditunjuk oleh bank penyalur,” Lanjut Risma

Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo diminta melanjutkan program bantuan sosial beras (BSB). Pasalnya, BSB dinilai program jaring pengaman sosial di saat Covid-19 yang efektif untuk menjaga harga beras di pasar dan tidak memberatkan masyarakat yang tidak masuk kategori Keluarga Penerima Manfaat yang telah lulus Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

“Selain itu juga program BSB memiliki dampak terhadap kehidupan petani di Indonesia. Saat program BSB dijalankan serapan gabah atau beras petani oleh Bulog menjadi lebih meningkat. Sehingga indeks kehidupan petani dari sisi kesejahteraannya,” ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono pada Jumat kemarin. (tio)

Tinggalkan Balasan