• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 51

JURNALREALITAS.COM, BOGOR – Guna menekan angka penularan Covid- 19, Pemkot Bogor kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap. Kali ini berbeda dari sebelumnya, pasalnya ganjil-genap kali ini hanya diterapkan di jalur Sistem Satu Arah (SSA) atau seputaran Kebun Raya Bogor.

Penerapan ganjil-genap ini sudah diberlakukan sejak 1 Mei 2021 dan akan diberlakukan hingga menjelang pengetatan arus mudik yang berlaku mulai 6 sampai dengan 17 Mei mendatang.

Menurut Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, penerapan kembali ganjil-genap ini sebagai bentuk imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama pandemi.

Pasalnya, menurut Bima Arya mobilitas yang tinggi menjadi salah satu penyebab melonjaknya persentase kasus Covid-19 di Kota Bogor.

“Ganjil-genap pada hari Sabtu – Minggu selama dua jam (15.30-17.30 WIB) ini target utamanya adalah menyampaikan pesan kepada warga Bogor untuk mengurangi mobilitas”, kata Bima Arya

Menurutnya, kebijakan ini adalah prakondisi sebagai imbauan untuk warganya agar ke depan tetap mengurangi mobilitas. Terutama nanti libur hari raya. Weekend minggu depan dan minggu depannya lagi akan perketat.

Menjelang pelarangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021, Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan prakondisi menuju pengetatan tersebut. Salah satunya adalah dengan menerapkan ganjil-genap di pusat kota dan mendirikan titik-titik penyekatan di batas kota.

“Ganjil-genap tidak kami perluas (hanya di SSA). Karena nanti akan ada sekat-sekat lagi untuk pemudik. Pada 6 Mei akan kita mulai sekat untuk batas kota selama 24 jam. Tapi untuk ganjil-genap ini hanya 2 jam terkait dengan tingginya mobilitas di saat buka puasa nantinya”, tutup Bima Arya. (YM)

Tinggalkan Balasan