• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 30

JURNALREALITAS.COM, SIMALUNGUN – Masyarakat Kabupaten Simalungun hanya bisa pasrah akan kondisi jalan desa mereka yang rusak parah, berlubang hingga bertahun-tahun tidak pernah disentuh perbaikan. Hampir merata disemua wilayah Desa di Kabupaten Simalungun kondisi jalan-jalannya tidak layak lintas.

Perbaikan jalan-jalan rusak yang dijanjikan para calon bupati disaat kampanye hanyalah janji tinggal janji. Tak ada realisasi, justru kian hari jalan rusak dan berlubang semakin bertambah. Masyarakat Simalungun pun hanya bisa mengelus dada, sebab mimpi melihat jalan desa yang baik masih jauh dari kenyataan.

Foto: Salahsatu jalan di Kab. Simalungun yang tampak rusak dan berlubang.
Foto: Salahsatu jalan di Kab. Simalungun yang tampak rusak dan berlubang.

Diperlukan kesabaran, sambil berharap Pemkab Simalungun serta Pemprov Sumatera memberikan perhatian untuk melakukan perbaikan jalan – jalan rusak di Kabupaten Simalungun.Itulah realitas yang terjadi di Kabupaten Simalungun Porovinsi Sumatera Utara.

Pantauan wartawan di lapangan belum lama ini, ribuan kilometer jalan penguhubung antar desa di Kab. Simalungun kondisinya banyak yang memprihatinkan. Jalan-jalan tersebut hampir merata disetiap sisi berlubang dan rusak parah tergenang air.

Sementara itu, dari hasil kajian yang dilakukan oleh Bin Ahar Tambunan selaku Ketua LSM PPL Siantar Simalungun, hampir 90% jalan-jalan di Kabupaten Simalungun mengalami rusak berat akan tetapi dana pemeliharaan tidak pernah ada lagi. “Jalan rusak sudah bertahun-tahun, hampir tidak pernah ada lagi pemeliharan, mengapa demikian,” tanya Bin Ahar.

“Ini perlu ditelusuri siapa dalangnya. Diperlukan ketegasan dan harus juga dibicarakan dengan DPRD Kab. Simalungun, karena sistem pemeliharaan sangat penting dan mendesak,” lanjutnya.

Rakyat harus mendesak pemerintah Kabupaten melalui DPRD Kab. Simalungun agar pemeliharaan dan perbaikan jalan rusak dapat dikaji. Bagaimana langkah yang terbaik agar jalan-jalan di Kab. Simalungun bisa segera diperbaiki. Karena kondisi jalan yang baik adalah cerminan sistem pemerintahan yang baik.

Anggota DPRD Simalungun jangan hanya banyak studi banding ke daerah lain, namun tidak ada hasil. “Percuma saja studi banding, kalau tidak ada reaslisasi dan manfaatnya,” papar Bin Ahar.

“Perbaikan jalan-jalan di Kabapaten Simalungun perlu diperjuangkan, hal tersebut demi kemajuan serta pemerataan perekonomian masyarakat di Kab. Simalungun. Jika jalan-jalan penguhubung dapat dilintasi dengan baik, maka aktifitas masyarakat menjadi lebih mudah, dan tentu saja hal itu akan membantu kegiatan perekonomian masyarakat,” kata Bin Ahar lagi.

Mengapa jalan di Kab. Simalungun masih tetap buruk?, Hal itu terjadi karena sistem manajemen berubah. Dulu dana pemeliharaan cukup besar, kalau ada jalan berlubang cepat diperbaiki sehingga jalan tersebut mulus dan terawat dan tidak sempat berlubang.

Perangkat pemeliharaan jalan-jalan yang dulunya lengkap baik personil maupun prasarana lainnya dalam tugas pelaksanaan dulunya cukup di kantor Dinas PU (Dinas pekerjaan Umum) tetapi kini lenyap karena dana pemeliharaan tidak ada lagi disiapkan Negara, ehingga akhirnya menyebabkan banyak jalan berlubang tersebar di mana-mana.

Modernisasi manajemen anggaran perbaikan jalan di Dinas PU yang menghilangkan dana pemeliharaan jalan jadi pertanyaan intelektual, padahal faktanya cukup jelas kalau tidak segera ditutup rakyat pasti terusik, mulut rakyat merepet dan menuding pemerintah tidak menjamin kondisi jalan baik.

“Apa untungnya kalau jalan rusak? Tidak ada, yang banyak adalah ruginya”, ujar Bin Ahar.

Masyarakat Kab. Simalungun sangat berharap agar pemerintah segera memberi perhatian dan melakukan perbaikan, sehingga tidak timbul tudingan kepada pemerintah yang tidak mampu melakukan yang terbaik karena dana pemeliharaan tidak direncanakan. (Baringin. P. Sihombing)

Tinggalkan Balasan