• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 32

JURNALREALITAS.COM, PEMATANG SIANTAR – Upaya pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian untuk mencapai Swasembada pangan, terus-menerus dilakukan. Khususnya di saat pemerintahan Presiden Joko Widodo sekarang ini.

Upaya tersebut tampak nyata dilakukan dalam bentuk pemberian bantuan kepada para petani. Bantuan yang diberikan berupa bantuan benih, pupuk dan alat mesin pertanian. Selain itu juga dengan membentuk dan menempatkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang pertanian yaitu tim penyuluh pertanian yang siap membantu dan melayani para petani di lapangan.

Salah satu contohnya di Simarimbun Dolok Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Dinas Pertanian Kota Siantar mengadakan dan menyelenggarakan sosialiasi pola tanam serentak, hari ini Rabu, (12/10/2016).

Sosialisasi pola tanam serentak ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para petani bagaimana sebenarnya suatu pola tanam supaya bisa berjalan dengan baik serta kaitannya dalam mengantisipasi pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Dalam acara sosialisasi ini tampak hadir Robert Pangaribuan, SP. M.Si, kepala Dinas Pertanian Kota Siantar, Mery Alam Sinaga, S.Tp, kasi Perbenihan, Netty Saragih, kasi Bina Usaha Permodalan, David Purba, kasi Alsintan (Alat Mesin Pertanian), Kardeliani Panjaitan, kasi Pengawas Benih Tanaman (PBT) provinsi yang ditempatkan di kantor Dinas Pertanian Kota siantar, Nensi Tambunan, SP, Mantra Tani / Penyuluh Kecamatan Siantar Marimbun, Haposan Pandiangan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Simarimbun, Bonar Lumban Gaol, Lurah Simarimbun, Serka E. Simanjuntak, Babinsa Koramil Siantar Marimbun, Ketua Kelompok Tani dan para pengurus dan anggota kelompok tani di Simarimbun Dolok.

Foto : Saat sosialisasi berlangsung
Foto : Saat sosialisasi berlangsung

Dalam sosialisai pola tanam serentak ini, diharapkan agar P2T3 (Pola Tanam Tertib Tanam) di kelompok tani yang ada di Simarimbun Dolok pola tanamnya bisa serentak serta berjalan dengan tertib dengan tujuan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman, khususnya padi. Adapun varietas bibit padi yang cocok ditanam di areal persawahan Simarimbun Dolok adalah varietas Ciherang dan Mekongga.

Seperti diketahui, di Simarimbun Dolok ada 3 (tiga) kelompok tani. Yaitu kelompok tani Sejahtera Tani dengan ketuanya Pahala Siahaan, poktan Cempaka dengan ketua Charles Pasaribu dan poktan Makmur Jaya dengan ketuanya Sumanto Nababan. Namun diantara tiga kelompok tani ini yang paling menonjol dan maju adalah poktan Sejahtera Tani yang telah berhasil membuat dan mengembangkan penangkaran padi dan dalam waktu dekat akan diberi label.

Maju dan berkembangnya kelompok tani ini tidak terlepas dari usaha keras dan gemblengan kepala Dinas Pertanian Siantar beserta jajarannya yang mau dibina dan diarahkan sampai mendapat sertifikat dari Menteri Pertanian sebagai petani terbaik tahun 2014 yang diberangkatkan Hulman Sitorus sewaktu masih menjabat walikota Siantar ke Malang Jawa timur serta sertifikat dari Pangdam I/BB.

Menurut Robert Pangaribuan, Sesuai dengan rencana masa tanam pertama yang direncanakan dari Oktober 2016 – Maret 2017 diharapkan bibit padi dengan usia 10-15 hari sudah dapat disemai/ditanam. Sehingga nantinya bulan Februari sudah dapat dipanen, nantinya para petani dapat menikmati hasil tiga kali masa panen dalam jangka waktu dua tahun. Sedangkan menurut Haposan Pandiangan, selaku petugas penyuluh pertanian lapangan kelurahan Simarimbun, berdasarkan laporan yang masuk kepadanya kendala yang paling sering dihadapi para petani di Simarimbun Dolok ini adalah kadang-kadang kurangnya debit air. Kekurangan debit air ini disebabkan karena petani tidak rajin mengurus atau membersihkan saluran (tali air) yang ada sehingga kadang laju atau debit air tidak mengalir secara baik.

Debit air yang mencukupi sangat diperlukan mengingat di Simarimbun Dolok ini ada tiga hamparan sawah. Dengan luas satu hamparan kurang lebih 30-40 Ha. Hal ini juga sesuai dengan jumlah kelompok tani yang ada. Sebab ukuran jumlah hamparan adalah sesuai jumlah kelompok tani yang ada.

Selain debit air yang kurang mencukupi, hal lain yang perlu diperhatikan oleh para petani adalah waktu penyemprotan hama padi. Penyemprotan sebaiknya dilakukan jangan lewat dari jam 9. 00 pagi. Serta diperlukan perawatan dan pemberian pupuk yang tepat, agar hasil panen bisa memuaskan atau sesuai seperti yang diharapkan (M.B.P.S)

Tinggalkan Balasan