Menunggu BPJS Berlaku, Suriyani br. Sidauruk Harus Opname di RS Rondahaim, Belum Bisa Dirujuk ke RS yang Lebih Lengkap

JURNALREALITAS.COM, SIMALUNGUN – Suryani br. Sidauruk, (30), warga Nagori Partuahan, Kecamatan (Kec) Dolok Masagal, Kabupaten (Kab) Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Prov. Sumut), yang menderita sakit perut membesar masih harus tetap opname dan menerima perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Rondahaim, Pematang Raya, Kab. Simalungun.

Saat berbincang dengan awak media ini, Suryani menjelaskan bahwa sakit yang dideritanya sudah berlangsung sejak satu setengah tahun lalu. Upaya perobatan yang sudah dilakukan adalah berobat ke salah satu klinik dokter di Kota Pematangsiantar, namun upaya perobatan tidak dapat dilanjutkan karena ketidakadaan biaya. Keluarga Suryani belum memiliki Kartu BPJS berhubung kendala berkas-berkas administrasi kependudukan belum lengkap, sehingga perobatan dalam status pasien umum.

Mengetahui ada warganya yang miskin sedang menderita sakit yang terlihat kritis, Pangulu (Kepala Desa) Nagori (Desa) Partuahan, berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas di Partuahan, Rospita Sembiring, dan Camat Dolog Masagal, Darwan Damanik, segera melakukan upaya untuk membantu, yang diawali dengan pengurusan berkas-berkas administrasi kependudukan mereka agar selanjutnya mereka bisa memiliki Kartu BPJS.

Menyusul, Corry Ningsih Sitanggang, salah seorang pegiat sosial di Sumut, yang selama ini telah banyak berupaya membantu, khusus bagi warga yang sakit, miskin, dan perobatan terkendala karena masalah berkas-berkas administrasi kependudukan yang belum lengkap, menerima informasi tentang Suriyani. Atas informasi tersebut, Corry langsung berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Nagori Partuahan, yaitu dengan Pangulu Nagori Partuahan, Liberty Sidauruk.

Atas koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang baik yang didasari atas ‘ketulusan hati’, selanjutnya, pada hari Corry memposting informasi tentang kondisi Suriyani di media sosial (medsos) – yang selanjutnya menjadi viral – hari itu juga, pihak Pangulu, Kepala Puskesmas, dan Camat, setelah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait di Pemkab. Simalungun lainnya, akhirnya bisa segera membawa Suryani ke RS. Rondahaim.

Setiba di RS. Rondahaim, sama halnya dengan apa yang telah dilakukan oleh Pangulu, Kepala Puskesmas, Camat, Pemkab. Simalungun, dan Corry Ningsih Sitanggang, tindakan medis yang dilakukan oleh pihak RS Rondahaim terhadap Suryani patut diapresiasi.

Perkembangan selanjutnya, oleh rasa khawatir melihat kondisi Suryani, ada harapan dan keyakinan bahwa Suryani akan segera dirujuk dari RS Rondahaim ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatan kesehatan, para dokter dan tenaga medis lainnya. Namun harapan itu masih belum bisa terwujud. Hingga berita ini diturunkan ke Redaksi, Suryani sudah 10 hari opname, tapi masih harus opname dan menjalani proses perobatan dan tindakan medis lainnya di RS. Rondahaim.

Ketika dikonfirmasi, Pangulu Nagori Partuahan, Liberty Sidauruk, selaku pihak yang berupaya membawa Suriyani ke RS. Rondahaim, mengatakan

“Hal itu sudah kami tanya kepada pihak Dinas Sosial, kenapa Suriyani belum bisa dirujuk, dan jawaban yang kami terima bahwa Suriyani masih harus menunggu terbit dan berlakunya kartu BPJS-nya,” jelas Liberty Sidauruk.

“Kendala ini terjadi karena selama ini surat-surat kependudukan mereka selama ini tidak lengkap dan harus mengurus itu dulu, setelah itu baru lanjut ke tahap pengurusan BPJS. Menurut pihak Dinas Sosial, BPJS mereka dapat aktif sekitar tanggal 1 Desember 2021 mendatang,” lanjutnya

“Maka menunggu BPJS itu, Suriyani masih harus opname dan dirawat di RS. Rondahaim,” ujar Liberty Sidauruk.

Ketika ditanya tentang kebijakan lain yang bisa dilakukan menunggu BPJS aktif, Pangulu Nagori Partuahan mengatakan

“Hal itu juga sudah kita tanyakan kepada pihak Dinas Sosial Kab. Simalungun, dan jawaban mereka adalah bahwa hal ini terkait dana. Pemkab. Simalungun tidak memiliki dana yang dialokasikan untuk hal seperti ini. Dan setelah dilakukan koordinasi oleh Pemkab. Simalungun kepada pihak Pemprov. Sumut, diketahui tidak ada juga alokasi dana di provinsi,” jelas Pangulu

Dari perkawinan dengan Nurazis, Suriyani memilki tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Lagi-lagi apresiasi berharga patut disampaikan kepada Pangulu karena selama Suriyani opname di rumah sakit, Pangulu mengupayakan bantuan matreril dan moril dari warganya untuk mengurus dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Hal ini dilakukan bersama keluarga dan warga Partuahan yang memang masih memiliki rasa kepedulian yang tinggi.

Dalam doa Suryani bersama suami dan keluarga kiranya Tuhan membuka jalan melalui pemerintah bisa nenemukan suatu kebijakan tertentu untuk bisa menggapai satu harapan utama, yaitu Kesembuhan. (MN /Red)