• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 22
Iwan Sianipar (tanda panah) dan para penjual ombus-ombus menolak pelaksanaan pesta ombus-ombus,

jurnalrealitas.com,TAPUT – Penjual ombus-ombus, yang sehari-hari menjajakan penganan sejenis lepat itu dengan menggunakan sepeda di Kota Siborongborong, Taput, menolak untuk mengikuti pesta ombus-ombus yang akan digelar oleh Pemkab Taput, Minggu (21/7) di Lapangan Mini Siborongborong.

Ironisnya, seorang penjaja ombus-ombus Iwan Sianipar (34) yang fotonya terpampang pada baliho pesta ombus-ombus bersama dengan foto Bupati Taput Torang Lumbantobing juga mengaku keberatan fotonya dimuat di baliho pemberitahuan pesta ombus-ombus tersebut.

“Saya sendiri tidak tahu dan tidak mengenal siapa yang mengambil foto saya pada saat berjualan. Saya juga tidak tahu kapan saya difoto dan untuk apa foto saya itu digunakan. Makanya saya sangat kaget melihat ada foto saya di baliho yang dipampang di depan terminal mini Siborongborong itu,” ujar Iwan Sianipar kepada METRO, Rabu (17/7) di Siborongborong.

Dengan tegas, Iwan langsung menyatakan keberatannya atas foto tersebut. ”Jadi, saya sangat keberatan foto saya itu dimuat di baliho tersebut. Karena tanpa seizin dan tanpa sepengetahuan saya. Dan saya minta foto saya itu segera dicabut,” tandasnya.

Sementara itu, empat rekan Iwan sesama penjual ombus-ombus, masing-masing Makmur Pasaribu (38), Supirman Hutasoit (37), Karim Lumbantoruan ((64) dan Branti Simanjuntak (46) juga menolak mengikuti acara pesta ombus-ombus tersebut.

“Kami tegaskan, tidak akan mengikuti acara pesta ombus-ombus itu. Karena memang kami tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dan lagi kami tidak tahu apa tujuan dari pesta itu,” tandas Branti Simanjuntak dan diamini rekan-rekannya.

Branti menyebutkan, mereka juga heran kenapa tiba-tiba pesta ombus-ombus itu ada setelah ratusan tahun ombus-ombus yang mereka lestarikan mulai dari orangtua mereka masing-masing. ”Kita heran dan kaget kenapa baru sekarang ada pesta ombus-ombus itu. Apakah itu tujuannya untuk ajang politik atau untuk menghabiskan anggaran pemerintah kita tidak tahu. Yang jelas, kami tidak akan ikut nanti kesana.

Kalau ada teman kami yang ikut kesana maka kami harus melakukan klarifikasi,” paparnya.
Sementara itu, Camat Siborongborong Marojahan Hutasoit, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (17/7) mengatakan, stafnya yang mengambil foto Iwan Sianipar tersebut.

Stafnya sudah  meminta izin kepada yang bersangkutan dan memberitahukan untuk apa foto di petik.

“Anggota saya yang memfoto. Tidak hanya itu, dia juga sudah memberitahukan untuk apa foto itu diambil. Tapi nanti kami cek dululah,” katanya.

Editor: Hotdison panjaitan

Sumber: Metro Siantar Grup.com

Tinggalkan Balasan