• Kayu Putih II, Jakarta Timur
  • 0813-1913-0107
  • Jurnalrealitas.com
  • 8 May 2021
0 Comments 18

JURNALREALITAS.COM, JAKARTA – Sering ditemukannya kondisi sampah yang menggunung dan tak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan khsususnya di wilayah Jakarta selatan mengundang tanda Tanya besar.

Seperti halnya tumpukan sampah di pasar Warung buncit Jakarta selatan. Permasalahan dan persoalan sampah tidak pernah selesai dari dulu sampai sekarang, dikarenakan tidak pernah mendapatkan penanganan yang benar-benar serius dari Suku Dinas kebersihan Jakarta selatan.

Sampah yang setiap harinya menumpuk di pasar Warung Buncit dan bertebaran dimana-mana, dan bila musim hujan tiba maka akan menimbulkan bau busuk yang menyengat. Menumpuknya sampah di Tempat Penampungan Sampah sementara atau Dipo, membuat kesan pasar Warung Buncit semakin jorok, apa lagi volume sampah yang dihasilkan di wilayah pasar Warung Buncit mencapai 250 sampai 300 meter kubik per harinya sungguh jumlah yang tidak sedikit bahkan melebihi kapasitas.

Bahkan beberapa pedagang serta pengguna jalan mengeluhkan tentang sering menumpuknya sampah yang berada di tempat penampungan sampah sementara atau Dipo sampah pasar Warung Buncit yang menimbulkan bau busuk dan menyengat.

Mahfud (30 tahun) salah satu pedagang mengatakan bahwa mereka dikutip uang sampah Rp.5 ribu per minggu.

“Setiap hari para pedagang disini dikutip uang retribusi sampah sebesar Rp.5 ribu per minggu, katanya untuk kebersihan”, ujarnya. “Tetapi pada kenyataannya sampah disini seringkali menumpuk dan menggunung sehingga menimbulkan aroma bau yang menyengat. Jika seperti ini terus, sebagai pedagang kadang kala kita merasa risih dan malu dengan pengunjung atau pembeli yang berbelanja disini (maksudnya adalah pasar Warung Buncit red), keluhnya.

“Kadang saya sampai bertanya-tanya sendiri, apa saja sih kerjanya kepala seksi kebersihan kecamatan Mampang Prapatan selama ini, sampai sampah bisa menumpuk dan menggunung seperti ini, atau jangan-jangan selama ini kepala seksi kebersihan kecamatan Mampang Prapatan tidak becus bekerja dan tidak menjalankan fungsinya serta tugasnya dengan baik dan benar. “Kerja dong yang serius jangan hanya mau terima duitnya doang dari para pedagang,” paparnya sembari kesal.

(AM)

Tinggalkan Balasan